Pendidikan

Membongkar Bobroknya Pengelolaan SDN Batuporo Timur 1 Sampang, Madura.

Di tengah kekosongan itu, oknum guru justru terekam kamera sedang bersantai ria, mereka terlihat asyik menyeduh kopi dan nonton Youtube di proyektor, padahal jam dinas sedang berlangsung.

Membongkar Bobroknya Pengelolaan SDN Batuporo Timur 1 Sampang, Madura.

spjnews.id | SAMPANG - Video viral unggahan warga bernama Zainudin pada Selasa (20/1) membongkar bobroknya pengelolaan SDN Batuporo Timur 1, Sampang, Madura..

Sekolah dasar negeri yang seharusnya riuh dengan suara anak-anak belajar, justru tampak seperti bangunan terbengkalai.

Alih-alih kegiatan belajar mengajar (KBM), yang ditemukan justru pemandangan ironis yang bikin geleng-geleng kepala.

Kondisi fisik dan suasana sekolah sangat memprihatinkan.

- Halaman sekolah dipenuhi rumput liar yang tinggi, menandakan jarang ada aktivitas manusia atau perawatan rutin.

- Tidak terlihat batang hidung siswa di lokasi, sekolah sunyi senyap layaknya rumah hantu.

- Di tengah kekosongan itu, oknum guru justru terekam kamera sedang bersantai ria, mereka terlihat asyik menyeduh kopi dan nonton Youtube di proyektor, padahal jam dinas sedang berlangsung.

Bagian yang paling fatal dan berpotensi pidana korupsi adalah terkait aliran dana bantuan negara.

- Meski sekolah terlihat kosong tanpa siswa, SDN ini dilaporkan tetap menerima jatah dana program Makan Bergizi Gratis (MBG).

- Tercatat ada jatah 63 porsi makanan per hari yang terus mengalir.

- Publik pun bertanya-tanya, jika siswanya tidak ada, lalu 63 kotak nasi itu dimakan oleh siapa? Setan atau kambing?

Hal ini dinilai jelas merugikan keuangan negara.

Masalah administrasi kepegawaian juga terungkap.

- Data Dinas: Secara administratif, sekolah ini memiliki 8 orang guru terdaftar.

- Realita Lapangan: Yang rutin menampakkan diri di sekolah "hantu" ini hanya 4 orang.

Separuh tenaga pengajar lainnya tidak jelas keberadaannya.

SDN Batuporo Timur 1 kini menjadi sorotan tajam.

Ini bukan sekadar masalah kemalasan, tapi dugaan manipulasi data siswa (dapodik) demi mencairkan dana bantuan seperti BOS dan Makan Bergizi Gratis.

Video Zainudin telah menjadi bukti awal yang kuat bagi Inspektorat dan Dinas Pendidikan (bahkan Pihak Kepolisian dan Kejaksaan) untuk melakukan audit menyeluruh. (Fendi/SPJ)